Oleh: masmz | Agustus 31, 2009

AGAR SETIAP ORANG MENYUKAI DIRI ANDA SETIAP SAAT

Salam perubahan diri . Dari judulnya mengingatkan pada sebuah iklan produk deodorant (Setia  saat). Tapi bukan itu yang akan saya coba sharing.

Apakah ciri bawaan dan sifat pribadi yang membangkitkan rasa persahabatan dan rasa suka dalam diri kita sulit dipahami ?.

Ciri dan sifat itu sangatlah mudah dipahami. Bahkan cirri dan sifat itu bisa diperas (wah seperti santan aja diperas yaaa..) menjadi rumus sederhana yang dapat membantu mengembangkan perubahan alami anda dengan siapapun .
Perasaan suka atau tidak suka kita pada seseorang muncul melalui serangkaian proses yang sebagaian besar terjadi di alam bawah sadar kita. Perasaan itu muncul secara kebetulan .

Namun karena kita tidak menyadari prosesnya, maka perasaan itu seolah-olah muncul tanpa banyak sebab atau alasan.
Rasa suka kita pada seseorang bisa memenuhi pandangan kita tentang seberapa menarik fisik orang itu dan kita cenderung lebih menyukai seseorang yang dianggap menarik.
Singkatnya , dengan memberikan rangsangan yang menyenangkan, maka orang lain akan senang bergaul dengan kita. Penelitian menyimpulan behwa jika misalnya anda sedang menjalani liburan maka anda akan menularkan rasa senang anda kepada siapapun yang ada disekitar anda, dan berikutnya anda akan lebih menyukai mereka. Sebaliknya saat anda sakit perut maka orang-orang disekitar anda akan menjadi korban tak disengaja dari keadaan tersebut dan anda akan cenderung kurang menyukai mereka.
Selain memberikan rangsangan yang menyenangkan ada banyak hal lain yang bisa dilakukan untuk membakitkan perasaan suka orang lain pada kita, dan langkah ini bisa menghasilkan perasaan yang kuat entah itu baik atapun buruk terhadap diri anda.
Jadi , Jika anda menyukai seseorang, bicaralah dengannya ketika suasana hatinya sedang baik atau ketika dia sedang senang dan gembira akan sesuatu. Perasaan –perasaan itu akan ditambatkan atau ditularkan pada anda , dan orang lain akan memandang anda baik (Bersambung besok…)
Butir penting hari ini adalah terkadang anda bisa mengetahui dengan mudah bahwa suasana hati sesorang dengan mudah bahwa suasan hati seseorang sedang baik, tetapi jika anda tidak yakin, lihatlah pada wajahnya.
• Jika suasana hatinya sedang baik, dia mungkin menyapa anda dengan senyum mekar dan mata terbuka lebar . Jika dia menyapa anda sengan senyum tipis “basa-basi” senyum yang tidak melibatkan semua wajahnya . Maka itu berarti senyuman yang dipaksakan dan biasanya menunjuk suasana hati seseorang yang sedang tidak baik.
• Kontak mata adalah petunjuj penting untuk mengethui suasan hati seseorang. Ketika suasana hati baik, kita cenderung mengadakan kontak mata langsung. Sebaliknya mengadakan kontak mata langsung.
Salam perubahan dan sukses untuk anda.
Much Marzuki

Oleh: masmz | Agustus 31, 2009

7 Mentalitas Profesional

Kini adalah zaman profesional. Abad 21 dicirikan oleh globalisasi yang serba kompetitif dengan perubahan yang terus menggesa. Tidak terbayangkan lagi ada organisasi yang bisa bertahan tanpa profesionalisme. Bukan sekadar profesionalisme biasa tetapi profesionalisme kelas tinggi, world-class professionalism, yang memampukan kita sejajar dan bermitra dengan orang-orang dan organisasi-organisasi terbaik dari seluruh dunia.

Kaum profesional dari pelbagai disiplin kerja sekarang sudah merambah ke seluruh dunia. Bagi mereka batas-batas negara tidak lagi relevan. Wawasan mereka sudah kosmopolitan. Mereka adalah warga dunia yang bisa memberikan kontribusi mereka di mana saja di muka Bumi. Mereka bisa bekerja di mana saja di planet ini.

Bangsa kita jelas memerlukan sekelompok besar kaum profesional untuk mengisi pembangunan masyarakat di segala bidang. Jika tidak mampu, maka kita terpaksa harus mengimpor mereka dengan harga yang sangat mahal.

Sesungguhnya, Indonesia berpotensi pula mengekspor tenaga-tenaga kerja profesional dalam pelbagai kelas ke mancanegara: perminyakan, pertambangan, kehutanan, sastra, seni, dan lain-lain.

Untuk dua hal di atas diperlukan usaha besar: membangun mentalitas profesional.

1. Mentalitas Mutu
Seorang profesional menampilkan kinerja terbaik yang mungkin. Dengan sengaja dia tidak akan menampilkan the second best (kurang dari terbaik) karena tahu tindakan itu sesungguhnya adalah bunuh diri profesi. Seorang profesional mengusahakan dirinya selalu berada di ujung terbaik (cutting edge) bidang keahliannya. Dia melakukannya karena hakikat profesi itu memang ingin mencapai suatu kesempurnaan nyata, menembus batas-batas ketidakmungkinan praktis, untuk memuaskan dahaga manusia akan ideal mutu: kekuatan, keindahan, keadilan, kebaikan, kebergunaan.

Jelas, profesionalisme tidak identik dengan pendidikan tinggi. Yang utama adalah sikap dasar atau mentalitas. Maka seorang pengukir batu di pelosok Bali misalnya, meskipun tidak lulus SMP, namun sanggup mengukir dengan segenap hati sampai dihasilkan suatu karya ukir terhalus dan terbaik, sebenarnya adalah seorang profesional. Seorang guru SD di udik Papua yang mengajar dengan segenap dedikasi demi kecerdasan murid-muridnya adalah seorang profesional.

Di fihak lain, seorang dokter yang menangani pasiennya dengan tergesa-gesa karena mengejar kuota pasien bukanlah profesional. Demikian pula seorang profesor yang mengajar asal-asalan, meneliti asal jadi, membina mahasiswa terlalu banyak sampai mengorbankan kualitas, bukanlah profesional. Atau, seorang insinyur yang dengan sengaja mengurangi takaran bahan bangunannya demi laba yang lebih besar bukanlah profesional.

Jadi mentalitas pertama seorang profesional adalah standar kerjanya yang tinggi yang diorientasikan pada ideal kesempurnaan mutu.

2. Mentalitas Altruistik
Seorang profesional selalu dimotivasi oleh keinginan mulia berbuat baik. Istilah baik di sini berarti berguna bagi masyarakat. Aspek ini melengkapi pengertian baik dalam mentalitas pertama, yaitu mutu. Baik dalam mentalitas kedua ini berarti goodness yang dipersembahkan bagi kemaslahatan masyarakat. Profesi seperti guru, dokter, atau advokat memang jelas sangat bermanfaat bagi masyarakat. Demikian pula pialang saham, computer programmer, atau konsultan investasi. Taat asas dengan pengertian ini, tidak mungkin ada pencuri profesional atau pembunuh profesional. Mungkin saja teknik mencurinya atau metoda membunuhnya memang canggih dan hebat, tetapi menggelari mereka sebagai kaum profesional adalah sebuah kerancuan istilah.

Mutu kerja seorang profesional tinggi secara teknis, tetapi nilai kerja itu sendiri diabdikan demi kebaikan masyarakat yang didorong oleh kebaikan hati, bahkan dengan kesediaan berkorban. Inilah altruisme.

Di fihak lain, paradoksnya, karena kualitas kerjanya tinggi, berbasiskan kompetensi teknis yang tinggi, maka masyarakat menghargai jasa kaum profesional ini dengan tinggi pula. Artinya, imbalan kerja bagi kaum profesional umumnya selalu mahal. Permintaan atas jasa mereka selalu lebih tinggi dari ketersediaannya. Itulah yang mengakibatkan imbalan kerja kaum profesional menjadi tinggi. Oleh karena itu pula, status sosial kaum profesional dari segi moneter umumnya berada di lapisan tengah ke atas. Ini bukan karena kaum profesional menuntut untuk didudukkan di kelas tersebut, tetapi sebagai akibat logis dari eksistensi profesionalnya.

Maka ciri kedua profesionalisme ialah hadirnya motif altruistik dalam sikap dan falsafah kerjanya.

3. Mentalitas Melayani
Kaum profesional tidak bekerja untuk kepuasan diri sendiri saja tanpa peduli pada sekitarnya. Kaum profesional tidak melakukan onani profesi. Sebaliknya, kepuasannya muncul karena konstituen, pelanggan, atau pemakai jasa profesionalnya telah terpuaskan lebih dahulu via interaksi kerja.

Kaum profesional lahir karena kebutuhan masyarakat pelanggan. Sorang maestro seni lukis sekelas Michelangelo saja pun tetap punya pelanggan, yakni Sri Paus, sang penguasa Vatikan, yang keinginannya harus dipuaskan.

Seorang profesional bahkan dengan tegas mematok nilai moneter atas jasa profesionalnya. Dengan ketegasan ini berarti sang profesional berani berdiri di mahkamah tawar-menawar rasional dengan para pelanggannya. Maka seorang profesional harus bisa melayani pelanggannya sebaik-baiknya. Dan sang profesional diharapkan melakukannya secara konsisten dengan segenap ketulusan dan kerendahan hati sebagai apreasiasi atas kesetiaan pelanggannya di sepanjang karir profesionalnya.

Maka ciri ketiga seorang pekerja profesional adalah sikap melayani secara tulus dan rendah hati kepada pelanggannya dan nilai-nilai utama profesinya.

4. Mentalitas Pembelajar
Di bidang olahraga, seorang pemain profesional, sebelum terjun penuh waktu, terlebih dahulu menerima pendidikan dan pelatihan yang mendalam. Dan di sepanjang karirnya ia terus-menerus mengenyam latihan-latihan tiada henti.

Begitu juga di bidang lain, seorang pekerja profesional adalah dia yang telah mendapat pendidikan dan pelatihan khusus di bidang profesinya. Bahkan untuk profesi-profesi yang sudah mapan, sebelum seseorang diberi hak menyandang status profesional, dia harus menempuh serangkaian ujian. Bila lulus barulah dia mendapatkan sertifikasi profesional dari asosiasi profesinya.

Kompetensi tinggi tidak mungkin dicapai tanpa disiplin belajar yang tinggi dan berkesinambungan. Dan karena tuntutan masyarakat semakin lama semakin tinggi, tak pelak lagi, belajar dan berlatih seumur hidup harus menjadi budaya kaum profesional. Tanpa itu maka sajian nilai sang pekerja profesional semakin lama semakin tidak relevan. Bahkan bisa tak bersentuhan dengan realitas sekitarnya. Pada saat itulah seorang pekerja gagal menjadi profesional.

Jadi ciri keempat pekerja profesional adalah hati pembelajar yang menjadikannya terus bertumbuh dan mempertajam kompetensinya kerjanya.

5. Mentalitas Pengabdian
Seorang pekerja profesional memilih dengan sadar satu bidang kerja yang akan ditekuninya sebagai profesi. Pilihannya ini biasanya terkait erat dengan ketertarikannya pada bidang itu, bahkan ada semacam rasa keterpanggilan untuk mengabdi di bidang tersebut. Mula-mula, pilihan itu dipengaruhi oleh bakat dan kemampuannya yang digunakannya sebagai kalkulasi peluang suksesnya di sana. Tetapi kemudian berkembang sebuah hubungan cinta antara sang pekerja dengan pekerjaannya.

Hubungan ini mirip dengan hubungan jejaka-gadis yang jatuh cinta. Semakin mereka mengenal, rasa cinta makin kental, dan akhirnya mengokohkan hubungan itu secara marital. Demikian juga seorang profesional, semakin ia menekuni profesinya semakin timbul rasa cinta. Dan bila hatinya sudah mantap betul maka ia memutuskan untuk hanya menekuni bidang itu sampai tuntas dan menyatu padu dalam sebuah ikatan cinta yang kekal. Demikianlah, seorang profesional mengabdi sepenuh cinta pada profesi yang dipilihnya.

Jadi ciri kelima seorang profesional sejati adalah terjalinnya dedikasi penuh cinta dengan bidang profesi yang dipilihnya.

6. Mentalitas Kreatif
Seorang olahragawan profesional menguasai sepenuhnya seni bermain. Baginya permainan tidak melulu soal teknis, tetapi juga seni. Ia beranjak dari seorang jago menjadi seorang maestro seperti Rudy Hartono di bulutangkis, Pele di sepakbola, atau Muhammad Ali di tinju. Sedangkan pemain amatir, tidak pernah sampai ke jenjang seni; asal menguasai teknik-teknik dasar maka memadailah untuk ikut pertandingan-pertandingan.

Seorang pekerja profesional, sesudah menguasai kompetensi teknis di bidangnya, berkembang terus ke tahap seni. Dia akan menemukan unsur seni dalam pekerjaannya. Dia akan menghayati estetika dalam profesinya. Mata hatinya terbuka lebar melihat kekayaan dan keindahan profesi yang ditekuninya. Seterusnya, perspektif, keindahan, dan kekayaan ini akan memicu kegairahan baru bagi sang profesional yang pada gilirannya memampukannya menjadi pekerja kreatif, berdaya cipta, dan inovatif.

Jadi ciri keenam seorang pekerja profesional adalah kreativitas kerja yang lahir dari penghayatannya yang artistik atas bidang profesinya.

7. Mentalitas Etis
Seorang pekerja profesional, sesudah memilih untuk “menikah” dengan profesinya, menerima semua konsekuensi pilihannya, baik manis maupun pahit. Profesi apa pun pasti terlibat menggeluti wacana moral yang relevan dengan profesi itu. Misalnya profesi hukum menggeluti moralitas di seputar keadilan, profesi kedokteran menggeluti moralitas kehidupan, profesi bisnis menggeluti moralitas keuntungan, begitu seterusnya dengan profesi lain.

Maka seorang profesional sejati tidak akan menghianati etika dan moralitas profesinya demi uang atau kekuasaan misalnya. Penghianatan profesi disebut juga sebagai pelacuran profesionalisme yakni ketidaksetiaan pada moralitas dasar kaum profesional.

Di pihak lain, jika profesinya dihargai dan dipuji orang, dia juga akan menerimanya dengan wajar. Kaum profesional bukanlah pertapa yang tidak membutuhkan uang atau kekuasaan, tetapi mereka menerimanya sebagai bentuk penghargaan masyarakat yang diabdinya dengan tulus.

Jadi ciri keenam pekerja profesional adalah kesetiaan pada kode etik profesi pilihannya.

***

Tampaklah bahwa menjadi profesional sangat berat. Tanpa motivasi akbar, dan stamina moral yang tinggi seseorang tidak mungkin menjadi profesional sejati.
Pertanyaan penting disini: darimana kah seorang profesional mendapatkan motivasinya sehingga ia dapat bertahan bahkan bertumbuh di arena profesional itu? Pasti tidak dari sekadar uang saja meskipun dunia profesional berlimpah dengan uang. Lagipula sudah diketahui bahwa motivasi uang selalu berbentuk kurva lonceng, maksudnya uang memang memotivasi orang, tetapi sesudah uang diperoleh, tingkat motivasinya akan turun kembali; mendaki ke puncak kurva lalu menurun menuju dasar kurva.

Motivasi seorang profesional selalu berasal dari ruang spiritual. Dari ruang ini dapat didulang berbagai jenis motivasi luhur seperti demi negara, demi bangsa, demi kaum papa, demi perdamaian, demi demokrasi, demi kemanusiaan, demi peradaban, dan sebagainya.

Dalam Abad 21 kini, dimana kompetisi antarmanusia, antarorganisasi, antarperusahaan, dan antarbangsa telah menjadi norma, maka profesionalisme di segala bidang menjadi tiket masuk ke stadion peradaban. Tanpa profesionalisme maka kita cuma jadi penonton. Dan sebagai penonton, kita harus selalu membayar. Juga, tidak ada calo yang menjual karcis catutan. Artinya setiap orang harus menjadi profesional. Setiap perusahaan, partai politik, atau organisasi apa pun harus menjadi profesional. Bahkan setiap negara akhirnya harus berkelakuan profesional terhadap konstituen utamanya: rakyat!

Jika tidak, masyarakat akan berkata pada kita: go to hell with your filthyness.

Oleh: masmz | Februari 11, 2009

Membuka Presentasi Dengan Baik

Presentasi yang baik dimulai dengan pembukaan yang baik. Jika pada kesempatan sebelumnya saya telah menjelaskan bagaimana melakukan persiapan untuk menghasilkan presentasi yang meyakinkan, maka kali ini saya akan membahas bagaimana membuka presentasi dengan baik. Pembukaan yang baik akan sangat menentukan keberhasilan sebuah presentasi sebagaimana pembukaan yang buruk juga akan cenderung membuat presentasi menjadi gagal.

Sebelum Memulai Presentasi

Persiapan yang matang adalah kunci keberhasilan. Sebelum memberikan presentasi, periksalah segala kelengkapan yang Anda bawa: laptop, file presentasi, ruangan, proyektor, AC dan segala sesuatunya. Jika Anda menggunakan slide, pastikan slide tersebut dapat ditampilkan dengan baik di layar. Ada kalanya warna yang Anda lihat di depan komputer tidak sama dengan tampilan di layar karena perbedaan setting peralatan. Lakukan penyesuaian yang diperlukan. Jika ada warna yang tidak pas, segera ubah sehingga dapat terbaca dengan jelas dan mudah di layar. Jangan sampai Anda baru mengetahui ada yang tidak beres ketika presentasi telah berjalan. Banyak kejadian seperti ini terjadi bahkan pada presentasi penting dan membuat frustrasi baik presenter maupun audiens.

Pembukaan Yang Kuat, Audiens Akan Ingat

Presentasi yang baik dimulai dengan pembukaan yang kuat. Tujuan pembukaan untuk memberi gambaran tentang topik presentasi dan yang apa yang diharapkan sesudahnya. Pembukaan merupakan bagian penting untuk menarik perhatian audiens. Karena itu, rencanakan pembukaan dengan baik. Jika Anda lancar dalam beberapa kalimat pertama, Insya Allah kalimat-kalimat berikutnya akan lebih mudah untuk disampaikan. Akan tetapi jika pembukaan sudah tersendat, biasanya mood Anda juga akan menjadi tidak nyaman dan keseluruhan presentasi bisa gagal.

Pada saat Anda membuka presentasi, ucapkan salam dengan bersahabat dan tataplah dengan ramah seluruh audiens yang hadir secara bergantian. Berikan senyuman Anda dan rasakan senyuman tulus itu akan mempengaruhi audiens untuk juga tersenyum. Aspek penting di sini adalah ketulusan. Percayalah, jika Anda melakukannya dengan tulus dan bukan karena terpaksa, apa yang Anda sampaikan akan mempengaruhi orang lain.

Pada tahap ini tidak selalu audiens akan merespon Anda dengan baik. Untuk itu, jangan terpengaruh jika ada audiens yang seolah meremehkan atau tidak peduli bahwa Anda ada di depannya. Kuatkan tekad Anda bahwa nantinya dia akan terpukau menyaksikan presentasi yang dibawakan.

Menyusun Kalimat Pembuka Presentasi

Selanjutnya Anda dapat menyampaikan maksud dan tujuan dari presentasi. Jelaskan dengan singkat dan tepat apa yang hendak Anda sampaikan, berapa lama waktu yang Anda butuhkan, dan apa yang Anda harapkan dari presentasi tersebut bagi audiens.

Berikut salah satu contoh ketika Anda ingin menawarkan jasa sebuah software sistem administrasi kepegawaian di hadapan beberapa manager yang menjadi calon pembeli produk Anda:

“Selamat pagi Bapak dan Ibu yang saya hormati. Saya sangat senang hari ini mendapatkan kesempatan untuk hadir di hadapan Bapak/Ibu sekalian.

Dalam waktu 30 menit ke depan, saya akan menjelaskan kepada Bapak dan Ibu sebuah sistem administrasi kepegawaian yang akan membantu Bapak/Ibu mengelola data karyawan secara cepat, mudah dan informatif.

Di akhir presentasi, saya berharap Bapak dan Ibu akan bisa memahami keunggulan dan manfaat yang didapatkan dari sistem ini serta perbedaannya dengan produk sejenis di pasaran. Dengan demikian, Bapak Ibu dapat memutuskan investasi terbaik bagi perusahaan yang Bapak Ibu pimpin.”

Perhatikan kalimat di atas. Pembukaan yang singkat, padat dan kuat akan memberi kesan pertama kepada audiens. Anda harus bisa memberikan gambaran yang jelas kepada audiens apa yang akan mereka dengarkan dalam beberapa waktu ke depan dan apa yang diharapkan dari kehadiran dan perhatian mereka. Jika audiens bisa menerima pembukaan Anda, artinya mereka siap memberi perhatian penuh pada kata-kata Anda selanjutnya.

Pilihan Pembukaan Presentasi

Ada beberapa pilihan pembukaan yang kuat dan dapat menarik perhatian audiens:

Gunakan Humor

Humor baik untuk kesehatan juga baik untuk presentasi. Jika Anda punya sense of humor yang cukup baik, menggunakannya secara wajar di awal presentasi akan membantu mencairkan suasana dan mempersiapkan audiens untuk mendengarkan bagian yang lebih serius dari presentasi Anda. Tapi jika Anda kurang berbakat memberikan humor, jangan memaksakan diri karena akan terasa aneh dan malah membuat audiens tidak nyaman dengan pembukaan Anda.

Gunakan Kutipan atau Pernyataan

Ada banyak perkataan orang-orang bijak dan orang-orang terkenal yang dapat Anda pakai sebagai pembuka presentasi. Pilihlah kutipan yang relevan dengan topik presentasi Anda. Kutipan pendek yang memiliki pesan kuat akan mengajak audiens berpikir dan merenung. Dengan demikian Anda mengajak mereka untuk fokus ke dalam materi presentasi Anda. Kadangkala kutipan atau pernyataan yang bersifat kontroversial juga menarik untuk disampaikan di awal.

Misalkan Anda akan memberikan presentasi tentang “Pentingnya Pendidikan Usia Dini” maka Anda bisa menggunakan kutipan seperti:

“Tahukah Anda, apa-apa yang dipelajari oleh seorang anak dalam 5 tahun pertamanya akan berdampak besar pada keseluruhan hidupnya sampai dewasa.”

Kutipan tidak hanya dari perkataan orang terkenal. Anda bisa juga ambil dari artikel koran, majalah atau berita TV. Intinya adalah kutipan atau pernyataan harus mampu menarik perhatian dan menggugah orang untuk berpikir, merenung dan memahaminya dengan baik. Dengan demikian audiens merasa penting untuk mendengarkan kelanjutan presentasi Anda karena mereka akan mendapatkan manfaatnya.

Gunakan Data atau Fakta

Penggunaan data atau fakta secara tepat juga akan mampu menjadi pembukaan yang kuat. Data atau fakta bisa menjadi informasi yang dramatis tanpa harus di-dramatisir. Misalkan Anda ingin memberikan presentasi tentang “Pentingnya peran keluarga menjaga proses kehamilan seorang Ibu.” Anda bisa memulai presentasi dengan memberi data atau fakta seperti berikut:

“Menurut WHO, setiap 1000 kelahiran, ada 10 orang Ibu yang meninggal akibat kehamilan yang tidak mendapat perhatian dengan baik atau proses persalinan yang tidak terjaga.”

Penggunaan fakta tersebut membuat audiens yang belum pernah mendengarnya untuk memberikan perhatian serius terhadap topik bahasan. Bagi yang sudah pernah mengetahui fakta itu akan menjadi pengingat kembali. Dengan cara ini audiens menyadari bahwa materi yang Anda sampaikan merupakan hal penting sehingga akan mampu mempersiapkan mereka secara mental untuk mendengarkan presentasi secara sungguh-sungguh.

Gunakan Pertanyaan

Pertanyaan juga pilihan yang baik sebagai pembukaan presentasi. Secara alami pertanyaan akan membuat orang berpikir dan berusaha mencari jawabannya. Artinya orang akan fokus terhadap topik perhatian. Contoh pertanyaan yang dapat Anda ajukan ketika akan memberikan presentasi tentang “Penggunaan Internet dan Produktivitas Kerja” misalnya:

“Apakah Anda tahu berapa banyak waktu yang dihabiskan karyawan untuk menggunakan situs Social Network seperti Facebook, Friendster dan sejenisnya setiap hari?”

“Coba kalikan waktu tersebut dengan 30 hari, lalu kalikan dengan 12 bulan, lalu kalikan lagi dengan jumlah karyawan yang ada di perusahaan Anda. Itulah waktu yang habis dan semuanya dinilai dengan uang akan setara dengan …. % keuntungan perusahaan Anda.”.

Anda dapat menggunakan 1 buah slide yang berisi gambar atau tulisan untuk memberikan ilustrasi pembukaan presentasi. Gunakan slide dengan isi yang singkat dan gambar yang kuat. Perpaduan antara stimulus visual yang baik dengan pembukaan yang terstruktur dan meyakinkan akan sangat membantu audiens mengingat presentasi Anda dan memberikan support dengan mendengarkan secara sungguh-sungguh dari awal sampai akhir.

Karena pembukaan ini sangat penting, maka rencanakanlah dengan baik. Jika perlu, latihlah kalimat pembuka tersebut sehingga Anda lancar menyampaikannya secara alami. Pastikan Anda merasa nyaman dengan pilihan kalimat pembukaan sehingga akan berdampak pada  isi utama presentasi.

Jika Anda berhasil melakukan pembukaan dengan baik, maka tugas pertama dalam memberikan presentasi telah selesai. Anda telah mengantarkan audiens secara mental untuk siap mendengarkan bagian inti dari presentasi. Anda juga telah memiliki rasa percaya diri yang cukup sehingga memudahkan untuk melanjutkan presentasi.

Demikianlah beberapa panduan yang dapat saya jelaskan terkait pembukaan presentasi. Apa yang saya sampaikan berdasarkan pengalaman pribadi dan masukan dari presenter handal yang pernah saya lihat. Masih banyak cara lain yang bisa Anda gunakan sesuai situasi dan kondisi yang dihadapi.

Anda punya pendapat lain atau pengalaman pribadi tentang hal ini? Silakan sampaikan pandangan Anda.

Oleh: masmz | Februari 11, 2009

Tips Ngomong Depan Publik

Sebenarnya ngomong di depan publik bukanlah hal yang sulit dilakukan, percaya atau tidak. Seperti halnya jika kita sedang curhat atau sedang gosip, sama seperti itu. Ngomong tetep aja ngomong, gak ada yang berbeda. Yang berbeda mungkin hanyalah sikap mental atau tata bahasa yang perlu diperhatikan. Okelah, gwe gak mau panjang lebar.1. Jadilah diri sendiri karena sebaik apapun anda meniru gaya bicara orang lain, hal itu gak akan sebaik anda menjadi diri sendiri. Bicara dengan menjadi diri sendiri tentunya lebih anda kenal, karena seumur hidup anda, dari sejak anda lahir sampe seumur ini, tentunya anda jadi diri anda sendiri kan? Nah…jika ada sesuatu yang kurang dari gaya anda sendiri, perbaiki itu, tetapi tidak mengubah gaya pribadi anda. Orang akan sadar dengan jelas jika anda tidak menjadi diri anda sendiri.

2. Perhatikan sikap tubuh karena bahasa tubuh adalah bahasa universal. Bergeraklah lebih luwes, sesuai dengan intonasi, titik, koma ataupun hal-hal yang ingin anda tekankan. Hal ini akan meninggalkan kesan kepada orang yang anda ajak bicara. Dan jika bisa menggunakan body language ini dengan baik, maka aliran pembicaraan anda akan menjadi lebih komunikatif.

3. Jaga pandangan. Hahahaha….ini bukan maksudnya menjaga dari pandangan yang tidak-tidak, tetapi lebih menekankan pada eye contact dengan lawan bicara anda. Jika pendengar anda adalah orang banyak, sebarkan pandangan anda kepada mereka, bukan hanya kepada satu orang. Jika anda ragu atau takut untuk memandang, jangan biarkan hal itu membuat anda mengalihkan pandangan anda dari mereka. Tekan ketakutan anda.

4. Tersenyumlah. Kata orang senyum adalah bahasa yang bisa dipahami oleh semua makhluk. Anjing atau binatang pun mengerti bahwa anda bersahabat walau anda tidak bisa berkomunikasi dengan mereka melalui senyuman anda.Lagi pula senyum itu tidak mahal kan. Dan jika anda tersenyum, secara otomatis senyum itu justru akan merilekskan anda sendiri.Serius!! Coba deh…

5. Jangan panik. Jika anda menghadapi pertanyaan-pertanyaan sulit tentang apa yang anda bicarakan, jangan panik. Biasanya sebagian orang akan bingung dengan pertanyaan-pertanyaan sulit diluar jangkauan mereka. Dengarkan baik-baik sambil tersenyum, rileks, dan InsyaAllah jawaban terbaik akan anda dapatkan (tentunya setelah anda belajar untuk menguasai materi ). Jika tidak mengerti, jawab dengan tenang dan tersenyumlah, “Maaf, saya belum mengetahui tentang hal itu”. Ini jawaban paling mentok jika anda sudah benar-benar buntu. Oya, jangan sampai anda berbohong tentang hal yang tidak anda ketahui.

6. Berpikir Positif. Tidak hanya ketika berbicara, tetapi berpikir positif ini penting untuk semua hal dalam kehidupan anda. Berpikir positif bahwa semua nya dapat anda handle, anda dapat menyampaikan materi dengan lancar, anda menguasai semua pertanyaan dan audience puas dengan penyampaian anda. Tampaknya mudah kan? Tapi sebenarnya ini sulit, maka dari itu berlatihlah anda untuk berpikir positif. (Baca The Secret aja untuk lebih jelasnya)

7. Percaya Diri. Percaya dirilah bahwa anda sudah menguasai materi, anda telah bekerja keras untuk mendalami, dan tidak ada orang yang mengetahui materi ini sebaik anda. Apalagi ketika kita menyampaikan hasil penelitian/ujian skripsi, dimana biasanya penguji lebih menguasai materi daripada anda, tetap percaya dirilah. Karena yang tau persis kondisi penelitian anda adalah anda sendiri. Mereka hanya menguasai dasar-dasar ilmu yang anda lakukan, tetapi…… bukankah anda juga tahu tentang dasar-dasar ilmu itu? You are the master, anggaplah diri anda seperti itu. *kondisi penelitian setiap orang berbeda-beda, jadi percaya dirilah bahwa anda yang paling mengetahui tentang penelitian anda*

8. Berlatih. Jika anda tanya caranya bagaimana, sebenarnya bukannya anda tidak tahu, tetapi anda tidak menyadari. Kalau yang gwe lakuin, biasanya gwe masuk ke sebuah distro mewah atau factory outlet terkenal, tapi gwe cuma pakai baju kusam tanpa merk, lalu gwe ngajak ngomong penjaganya. Gwe tanya-tanya tentang model baju-baju yang lain, ukuran, gwe cobain, lalu gwe pergi tanpa membeli. Ini gak cuma bisa dilakuin dengan satu macam toko koq, tapi bisa juga di pasar, pasar buku, toko buku, atau orang dagang keliling. Anda tanya ini itu tapi ujung-ujungnya anda tidak jadi beli. Sepele, dan kemungkinan ditimpukin orang, tetapi hal ini cukup berhasil melatih mental anda. Atau anda datang ke sekelompok anak muda yang sedang merokok, dan anda kenalan, lalu anda jelaskan bahaya-bahaya merokok. Berlatih ini sebenarnya gak perlu yang susah-susah seperti yang saya sebutkan tadi. Tetapi berlatihlah sendiri tentang hal-hal yang sulit anda lakukan. Tekan rasa takut anda dan saya percaya anda bisa.

Busyaet dah….kata-kata gwe diatas bijak banget yak? Hahahahaha…. (ketawa guling-guling). Tapi sumpah, gwe nulis ini tanpa referensi dari manapun. Semuanya mengalir sesuai pengalaman gwe. Kalau susah untuk dilakukan, cobalah tips nomer 6 dan 7. Cuma itu kuncinya, karena ketika lo udah percaya diri dan berpikir positif, apapun hal yang menghalangi lo, pasti bisa lo atasin. Caranya bisa percaya diri? Kuasai Materi!!! *ngakak*

Sumber tulisan : http://ceritasangkodok.wordpress.com

Oleh: masmz | Februari 11, 2009

Mempersiapkan Sebuah Presentasi Yang Meyakinkan

Apakah Anda seorang pelajar atau mahasiswa yang sering menyampaikan presentasi di depan dosen?

Atau Anda seorang karyawan yang kerap memberikan presentasi di depan klien, bos atau para pejabat, pelaku MLM dan lainnya?

Siapapun Anda, saya yakin Anda pasti pernah merasa gugup atau cemas ketika harus memberikan presentasi atau diminta berbicara di depan umum. Dalam sebuah polling opini publik, ketakutan seseorang akan kematian berada di urutan kedua, masih di bawah ketakutan berbicara di depan umum. Tentunya memberikan presentasi ataupun berbicara di depan umum tidaklah menakutkan seperti yang dibayangkan banyak orang. Asalkan Anda mau berlatih, siapapun bisa memberikan presentasi yang meyakinkan dan memorable. Berikut adalah beberapa tips yang bisa Anda pakai untuk mempersiapkan sebuah presentasi yang meyakinkan. Tips ini berdasarkan pengalaman saya pribadi dalam memberikan presentasi dan berbicara di depan umum dipadukan dengan beberapa pelatihan tentang presentasi yang pernah saya pelajari. Untuk tips bagaimana memberikan presentasi itu sendiri dan aspek-aspek yang penting diperhatikan akan dijelaskan dalam posting berbeda.

1. Tentukan tujuan dari presentasi Anda Sebuah presentasi pasti memiliki tujuan. Apakah Anda mempresentasikan suatu produk agar dibeli oleh klien, proposal rencana bisnis untuk disetujui dan didukung atasan, atau menjelaskan suatu topik yang Anda kuasai agar orang lain memahaminya. Secara umum tujuan presentasi biasanya salah satu dari dua hal berikut: pertama untuk memberikan informasi (to inform), kedua untuk membujuk audiens melakukan sesuatu (to persuade). Menetapkan tujuan menjadi penting karena akan menentukan cara Anda memberikan presentasi. Sebuah presentasi yang memberikan informasi perlu dirancang seinformatif mungkin sehingga audiens yang sama sekali belum tahu persoalan menjadi mengerti. Presentasi yang bertujuan membujuk harus memiliki sisi emosi untuk mengubah sikap audiens dan mengajak audiens melakukan sesuatu: menyetujui ide Anda, membeli produk Anda, atau memberi dukungan atas apa yang telah dan akan Anda lakukan.

2. Kenali audiens Anda Tak kenal maka tak sayang. Pepatah ini juga berlaku dalam presentasi. Sempatkan waktu untuk mencari tahu siapa saja yang akan hadir dalam presentasi Anda. Apa posisi mereka di dalam organisasi dan apa yang mereka harapkan dari presentasi Anda. Hal ini penting karena sebuah presentasi pada dasarnya adalah penyajian kepada orang lain. Meskipun menurut Anda menyajikan yang terbaik, tidak selalu audiens yang mendengar akan merasakan hal yang sama. Dengan mengenal audiens nantinya Anda dapat menentukan pendekatan dalam presentasi. Mungkin yang hadir adalah seorang penting dalam organisasi yang sangat senang dengan grafik dan angka. Maka penyajian grafik yang baik dan penjelasan di balik apa yang terjadi pada angka-angka akan menjadi nilai tambah. Sebaliknya bisa jadi orang yang ingin Anda pengaruhi dalam presentasi memiliki tipe visual, sangat senang dengan gambar, diagram dan contoh-contoh kongkrit. Untuk orang seperti ini Anda pun dapat menyesuaikan slide presentasi dengan gambar yang dibutuhkan. Di saat yang lain mungkin orang yang ingin Anda yakinkan memiliki tipe kinestetik. Untuk orang seperti ini Anda perlu mendemonstrasikan sesuatu di hadapannya. Jika perlu bawalah produk, benda atau apapun yang bisa menjadi model dari apa yang Anda presentasikan. Jika audiens Anda memiliki tipe yang beragam, tinggal disesuaikan masing-masing pendekatan secara berimbang.

3. Susun kerangka presentasi Secara umum presentasi terdiri dari pembuka, isi, dan penutup. Pembuka berisi gambaran awal topik yang akan dipresentasikan dan apa tujuan yang diharapkan. Isi akan menjelaskan struktur materi yang Anda sampaikan mulai dari latar belakang, persoalan dan solusi yang Anda tawarkan. Sedangkan Penutup berisi kesimpulan dari topik yang dibawakan serta ajakan kepada audiens untuk melakukan sesuatu apakah menyetujui ide Anda, membeli produk Anda atau memahami lebih baik suatu topik yang Anda sajikan. Dalam menyusun kerangka ini, Anda dapat membuat mind mapping untuk menggambarkan pokok-pokok pikiran yang penting atau keyword dari hal-hal yang akan Anda jelaskan dalam presentasi. Membuat mind mapping ini juga akan memudahkan Anda melihat gambaran lengkap dari presentasi dan poin-poin penting yang harus disampaikan agar dimengerti dan diterima dengan baik oleh audiens. Dua hal yang paling penting dalam membuat kerangka ini adalah bagian pembuka dan penutup. Ini adalah bagian yang paling diingat oleh audiens dan merupakan kesempatan terbaik Anda untuk mendapatkan perhatian mereka. Untuk bagian pembuka, jika perlu hapalkan bagian pembukaan yang Anda persiapkan berupa pernyataan, kutipan, pertanyaan, kisah atau bahkan sebuah humor. Pembukaan yang baik dan lancar akan menciptakan rasa percaya diri untuk kelanjutan presentasi. Adapun untuk bagian penutup, merupakan intisari dari seluruh presentasi Anda dan kesempatan untuk memberikan kesimpulan yang akan diingat terus oleh audiens setelah mereka keluar dari ruangan. Persiapkan dengan baik bagian ini dan Anda tinggal selangkah lagi dalam memberikan presentasi yang meyakinkan.

4. Jika diperlukan, persiapkan slide presentasi dan alat bantu visual lainnya. Di zaman modern ini, hampir semua presentasi sudah menggunakan slide komputer memakai Powerpoint atau program lainnya yang sejenis. Prinsip umum dalam mempersiapkan slide adalah Keep It Simple. Mengapa? Audiens Anda ingin dijelaskan sebuah persoalan yang sulit menjadi mudah. Bukan persoalan yang mudah Anda buat menjadi sulit dan rumit. Perlu dicatat bahwa slide presentasi adalah alat bantu, bukan presentasi itu sendiri. “You are the presenter, not the slide.” Anda-lah sang presenter yang menentukan apakah sebuah presentasi menjadi menarik atau tidak. Selama alat bantu visual tadi sejalan dengan pesan yang Anda sampaikan secara verbal, silakan digunakan. Tapi jika alat bantu malah membuat audiens semakin bingung, hindarkan. Prinsip yang perlu dipertimbangkan dalam menyiapkan slide adalah gunakan hanya poin-poin utama dan penting. Jangan membuat slide yang terlalu detail dan berisi seluruh hal yang Anda akan ucapkan. Jika itu dilakukan, audiens akan membaca slide dan mereka tidak perlu lagi mendengarkan kata-kata Anda lagi. Tujuan presentasi menjadi gagal. Beberapa tips dalam pembuatan slide adalah tidak terlalu banyak teks dalam suatu slide. Gunakan gambar, diagram dan tabel untuk membantu menjelaskan suatu konsep, data dan fakta. Jangan membuat slide yang terlalu kompleks karena akan sulit dicerna dalam waktu singkat oleh audiens dan cenderung membuat audiens lelah sehingga tidak fokus pada apa yang Anda sampaikan. Secara khusus mengenai pembuatan slide presentasi yang baik akan saya jelaskan dalam posting yang lain. Selain slide, masih banyak alat bantu lain yang bisa Anda gunakan misalnya: flipchart, contoh produk, video, dan bahkan bahasa tubuh Anda sendiri. Pertimbangkan dan persiapkan jika Anda memerlukan alat bantu tersebut.

5. Latihan Pepatah mengatakan practice make perfect. Maka demikian juga jika Anda mempersiapkan presentasi yang penting, berlatihlah. Latihan terbaik dapat dilakukan dengan mengundang beberapa teman untuk mendengarkan presentasi Anda. Minta mereka untuk memberikan komentar terhadap materi yang disampaikan, cara penyampaian dan hal-hal apa yang perlu diperbaiki. Latihan ini akan membantu Anda mengetahui sejak dini apakah Anda sudah cukup siap dan menguasai materi presentasi atau masih ada hal-hal lain yang perlu diperbaiki. Lewat latihan ini, cobalah berpikir dari sudut pandang audiens: apakah mereka punya pengetahuan yang cukup tentang materi yang akan dipresentasikan, apa kepentingan yang mereka bawakan, pertanyaan apa yang mungkin mereka tanyakan, apa yang mereka harapkan dari presentasi tersebut. Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut maka Anda telah mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik.

6. Rileks Ini adalah bagian yang penting. Banyak orang sudah gugup duluan bahkan ketika salam pembuka baru diucapkan. Jika ini terjadi maka buyarlah seluruh materi yang telah dipersiapkan dengan matang sebelumnya. Kondisi yang rileks akan membantu Anda untuk memberikan presentasi dengan tenang dan meyakinkan. Kondisi rileks akan membantu Anda me-recall kembali apa-apa yang telah Anda latih dan hapal. Selain itu, jika Anda lupa akan sesuatu yang penting untuk disampaikan, Anda akan tetap tenang dan audiens tidak merasakan ada sesuatu yang hilang dari apa yang Anda sampaikan. Banyak orang gugup ketika sudah mulai berbicara. Hal itu mungkin terjadi juga pada Anda. Jangan panik, rasa gugup atau nervous dalam takaran yang wajar normal terjadi, bahkan pembicara publik terhebat sekalipun merasakan hal itu. Manfaatkan rasa gugup tadi sebagai energi membuat diri Anda fokus pada presentasi yang akan disampaikan. Tips sederhana untuk mengurangi rasa gugup ini dan menggantinya dengan perasaan rileks adalah tutup mata Anda, tarik nafas dalam-dalam dan lepaskan kembali secara perlahan. Lakukan beberapa kali maka Anda akan merasakan kesegaran dan dapat tersenyum kembali. Jangan lupa berdoa kepada Allah agar Anda dimudahkan dalam berbicara dan menjelaskan sesuatu kepada audiens. Demikianlah tips untuk mempersiapkan presentasi yang meyakinkan. Dalam posting berikutnya, saya akan menjelaskan bagaimana memberikan presentasi itu sendiri mulai dari salam pembuka, penggunaan humor, kutipan, atau pertanyaan sebagai pembuka presentasi. Di lain kesempatan juga akan saya jelaskan penggunaan bahasa tubuh (gesture) untuk memberi penekanan pada presentasi, penggunaan ruang dan bagaimana menemukan style pribadi Anda sendiri secara alami. Saya juga akan menjelaskan bagaimana menjawab pertanyaan audiens dan apa yang harus dilakukan jika tiba-tiba Anda merasa blank ketika memberikan presentasi maupun ketika menjawab pertanyaan. Semoga posting ini bermanfaat buat Anda. Selamat mempersiapkan presentasi dan semoga apa yang Anda sampaikan akan menjadi sebuah presentasi yang meyakinkan dan diingat semua orang.

Sumber tulisan : http://www.muhammadnoer.com

Oleh: masmz | Februari 7, 2009

Guru (Profesi Non Profit)

By Much Marzuki@2009

Tulisan ini terbit karena saya merasa sadar akan profesi yang pernah saya geluti beberapa tahun lalu. Menjadi serorang guru memang bukan cita-cita yang ada pada diri saya. Tapi dari situlah saya dapat mengerti hakekat seorang guru.

Guru. Kata-kata yang tak asing lagi di telinga kita. Namun seberapa jauh kita mengetahui makna dan arti dari empat huruf itu. Sudah waktunya kita kembali ke makna arti dari kata “Guru”.

Guru adalah seseorang yang diakui keilmuannya sehingga sangat di hormati dan diperlukan untuk dapat membagikan ilmu yang ada pada dirinya untuk diajarkan pada orang lain.

Visi hakiki seorang guru harusnya sama dari jaman dulu hingga kini yaitu : Membagikan ilmu yang ada pada dirinya. Pun juga Misi guru harusnya tidak berubah ditelan zaman yaitu: Mencerdaskan semua orang tanpa membedakan warna kulit, tingkat ekonomi dan golongan. Selain itu juga jiwa sosial yang besar harusnya ada pada seorang guru.

Kita harus belajar pada seorang guru bernama Rudi MS diperkebunan Cikoneng Puncak. Beliau benar-benar dapat menjadi contoh bahwa profesi guru bukan untuk mencari uang namun untuk menyebarkan ilmu yang didapatnya. Belau tidak malu menjadi juru parkir dan tukang jaga WC dikawasan wisata puncak hanya demi sekolah yang didirikannya bisa tetap berdiri dan mengajarkan ilmu-ilmu bagi generasi penerus bangsa ini. Ternyata apa yang menjadi jerih payahnya berbuah manis ini terbukti setiap kelulusan selalu 100%.

Contoh lain adalah seseorang yang hanya tamantan kelas 5 SD didaerah pedalaman Lampung. Namun karena cita-citanya yang begitu mulia akhirnya menjadi kenyataan yaitu membantu orang lain pandai sehingga dapat terhindar dari kemiskinan. Ini menjadi bukti bahwa seorang guru adalah panggilah jiwa, roh pada jiwa itulah yang menjadikan kekuatan dahsyat sehingga dapat mencetak generasi-generasi unggul yang senantiasa menghiasi perjalanan bangsa ini.

Coba kita tengok ke negeri ini. Apakah dari sejak kemerdekaan sampai kini pemimpinnya dari orang-orang kota yang berkecukupan. Ternyata tidak, beliau-beliau itu berasal dari daerah kecil namun hasil didikan dari guru yang benar-benar genius. Mereka itu hasil dari gemblengan guru yang murni seorang guru. Tidak ada pamprih untuk menjadi kaya dari profesi itu, tidak hanya jual buku namun minim pengajaran ke anak didik.

Ini yang seharusnya menjadi contoh buat guru-guru di bangsa ini. Bahwa Visi dan Misi hakiki seorang guru harus tetap tertanam di jiwa dalam setiap perjalanan mencetak generasi penerus bangsa yang punya nurani dan berwawasan pada kepedulian pada setiap orang.

Semoga catatan pendek ini dapat sebagai perenungan bagi kita semua dan guru se-Indonesia khususnya. Buat Temanku yang dulu satu profesi menjad guru antara lain: Hartono, Ratna, Wakid, dan yang tak dapat saya sebut satu persatu, teruskan untuk mencetak generasi bangsa ini di bidang IT. Buat Adikku Ita di Demak , teruskan perjuanganmu. Untuk adikku Ninik di Yogya bersiapkan untuk menjadi guru kimia yang punya visi dan misi yang beorientasi pada hasil didikan bukan hasil materi dari mendidik. Salam hormat buat seluruh guru setanah air.

Salam Sukses dan tetap semangat dari saya,

Much Marzuki

The Maindset Motivator

Oleh: masmz | Januari 22, 2009

Sukses adalah Sebuah Pilihan!

By Much Marzuki@2009

Tidak adanya tujuan hidup dalam diri Anda akan menyebabkan diri Anda pasif menerima apa saja yang disodorkan oleh kehidupan kepada Anda dan biasanya hidup Anda akan menjadi sangat membosankan/tidak menggairahkan.

Sukses adalah dambaan setiap orang. Tidak ada satu orangpun yang menginginkan kegagalan dalah hidupnya. Untuk mencapai prestasi kesuksesan dalam hidup Anda maka terlebih dahulu Anda harus mempunyai tujuan hidup (goal setting). Tidak adanya tujuan hidup dalam diri Anda akan menyebabkan diri Anda pasif menerima apa saja yang disodorkan oleh kehidupan kepada Anda dan biasanya hidup Anda akan menjadi sangat membosankan/tidak menggairahkan.

Kebanyakan orang yang hidup tanpa tujuan akan terfokus berjalan ditempat dan menghabiskan waktunya secara membosankan tanpa pencapaian prestasi yang berarti. Mereka hanya menjadi “penonton” dari suatu kehidupan. Mereka hanya bisa melihat kesuksesan orang lain tapi sama sekali tidak pernah membayangkan untuk dirinya sendiri. Inilah yang disebut hidup tanpa tujuan/misi!, Anda harus mempunyai misi hidup di dunia ini agar hidup Anda berarti dan menggairahkan!!

Untuk mencapai sukses tentu saja tidak mudah, karena Anda juga harus menyikapi kegagalan dengan baik jika memang Anda menghadapi kegagalan. Untuk mencapai sukses kerap kali kita harus melewati kesalahan/kegagalan dalam hidup. Banyak orang ingin sukses tapi sedikit sekali yang berani untuk menghadapi kegagalan. Kalau Anda ingin sukses, Anda tidak boleh takut gagal!

Simak “Prestasi Kegagalan” seseorang dan bandingkan dengan diri Anda:
- Gagal dalam bisnis/bangkrut, 1831
- Dikalahkan dalam pemilihan legislatif, 1832
- Bisnis kembali bangkrut, 1834
- Tunangan meninggal dunia, 1835
- Nervous breakdown, 1836
- Dikalahkan dalam pemilihan legislatif, 1838
- Dikalahkan dalam pemilihan untuk U.S Congress, 1843
- Dikalahkan dalam pemilihan untuk U.S Congress, 1848
- Dikalahkan dalam pemilihan U.S Senat, 1855
- Dikalahkan dalam pemilihan untuk U.S Vice President, 1856
- Dikalahkan dalam pemilihan U.S Senat, 1858
- 1860, Abraham Lincoln, berhasil Menjadi Presiden USA!!, You cannot fail… Unless you Quit!!

Anda bayangkan selama lebih dari 25 tahun Abraham Lincoln adalah seorang “juara gagal”. Jadi sebenarnya kegagalan itu tidak ada selama Anda terus berjuang, bertahan, belajar dari kesalahan dan mencari cara yang lebih baik mencapai kemenangan. Lain halnya jika Anda berhenti mencoba maka pada saat itulah Anda pantas disebut sebagai orang yang gagal alias pecundang!. Ingatlah bahwa “Winners never quit, Quitters never win !!

Dalil untuk mencapai kesuksesan adalah :

1. Anda HARUS berani menjadi sedikit “GILA” (dalam hal yang positif).

Abraham lincoln yang gagal puluhan tahun, Thomas Alfa Edison yang gagal ribuan kali dalam uji coba lampu pijar, colombus yang mengatakan dunia ini bulat ketika orang lain mengatakan dunia ini datar, wright bersaudara yang ingin agar manusia bisa terbang, JF Kennedy yang ingin manusia bisa ke bulan dll adalah contoh-contoh manusia yang agak “gila” dan karena keuletannya yang luar biasa hebat inilah hidup mereka bermanfaat bagi banyak orang. Jadi terkadang Anda harus berani melakukan hal-hal yang berbeda dimana orang biasa tidak mau atau tidak berani melakukannya.

Seperti yang dikatakan oleh President Calvin Coolidge “nothing in the world can take the place of persistence, talent will not; nothing is more common than unsuccessful men with talent. Education will not; the world is full of educated derelects. Persistence and determinatiion alone are omnipotent

Tidak ada yang bisa menggantikan arti penting kegigihan dan keuletan. Bakat pun tidak sebab ada sekian banyak orang gagal meski mereka berbakat . Pendidikan juga tidak bisa menggantikannya, sebab banyak orang berpendidikan tinggi tidak bisa mencapai apa-apa kecuali ijazahnya geripis dimakan jamur dan waktu.Kegigihan, keuletan dan tekat yang membara untuk mencapai tujuan hidup Anda
inilah yang akan mendobrak rintangan yang Anda hadapi. jadi jika kekalahan demi kekalahan berusaha menjegal dan menjatuhkan Anda dan kesuksesan nampaknya makin mustahil maka ingatlah pernyataan diatas, bahwa “tidak ada yang bisa menggantikan kegigihan dan keuletan Anda!”

2. Kendalikan Pikiran Anda
Pikiran adalah kekuatan luar biasa yang harus Anda bisa kendalikan. Galileo bahkan pernah mengatakan “hati-hati dengan pikiran Anda”. Apa yang harus kita kendalikan? pikiran negatif adalah hal yang harus bisa Anda kendalikan. Pikiran negatif memang tidak bisa kita tolak masuk ke pikiran kita, namun Anda harus melawannya dengan lebih banyak memasukan pikiran yang positif.

Anda adalah apa yang Anda pikirkan!! jika Anda pikir akan gagal, maka sebenarnya adalah Anda sudah gagal. Untuk itu sukses selalu dimulai dari pikiran Anda!. Anda harus memiliki sikap “can do attitude” yakni “aku bisa melakukan hal itu”. Banyak orang yang belum apa-apa sudah mengatakan “aku tidak bisa”. Memang nantinya Anda akan diuji oleh kekalahan/kegagalan tapi Anda jangan berhenti, tetap jaga pikiran Anda secara positif bahwa setelah malam yang paling gelap, fajar akan segera menyingsing, disana telah menunggu istana emas, Anda cukup hanya melewati kegagalan-kegagalan saja. Ketika tiap kali hati kecil kita gundah karena belum melihat suatu hal menjadi lebih baik maka Anda harus melakukan oto sugesti kepada pikiran Anda “I refuse to give up, i shall continue firmly, steadily, and persistently until my good appears!

Ingatkan diri Anda secara terus menerus bahwa sukses bukan hanya milik orang yang brilian, berbakat, penuh keberuntungan dll tapi sukses luar biasa adalah milik orang yang persisten (pantang menyerah), yang terus berusaha mencari cara lebih baik dalam menemukan formula kemenangan meski berton-ton rintangan menghalangi Anda. Untuk menemukan emas, Anda harus menggali berton-ton tanah lumpur. Jangan pikirkan tanah lumpurnya tapi fokuslah pada emasnya!!

“Penemuan terbesar dalam generasi saya adalah bahwa kita dapat merubah hidup kita dengan merubah pola pikir kita” (William James)

3. Selesaikan apa yang telah Anda mulai.
Ya! Anda harus menyelesaikan apa yang telah Anda mulai rencanakan sebelumnya, jangan berhenti sebelum Anda menyelesaikannya. Fokuslah sampai tujuan Anda tercapai. Sukses dan gagal memiliki perbedaan yang tipis. Tidak ada orang yang gagal didunia ini, yang ada hanyalah orang cepat menyerah. Jika saja Thomas Alfa Edison berhenti pada percobaan yang ke 900 mungkin namanya tidak akan melegenda hingga saat ini.

Jangan repotkan pikiran Anda dengan kegagalan masa lalu apalagi sampai membuat Anda trauma. Ubah rasa tramatik Anda, ubah kegagalan Anda menjadi energi positif untuk memperbaiki diri. Ubah energi kekalahan menjadi kekuatan baru dimana Anda akan melakukan upaya yang lebih baik dan lebih hebat dari sebelumnya.

Jangan pernah menyesali diri ataupun iri hati karena Anda tidak terlahir dalam keluarga kaya, tidak dapat harta warisan berlimpah, tidak dapat suami/istri kaya, tidak dikaruniai bakat, keberuntungan dll. Untuk sukses Anda hanya perlu memiliki tujuan yang jelas, persistensi dan determinasi yang keras untuk mencapai tujuan tersebut. Hidup ini keras dan Anda juga harus keras agar hidup ini melunak kepada Anda.

Selamat berjuang mencapai kehidupan yang lebih baik !!

Oleh: masmz | Januari 21, 2009

Anda Bisa Jika Anda Berpikir Bisa!

By Much Marzuki@2009

Seekor gajah yang diikat kakinya sejak kecil dengan seutas rantai sepanjang 4 meter, ketika dia dewasa dia tidak akan melangkah keluar dari area lingkaran 4 meter walaupun rantainya sudah diganti dengan seutas benang. Itu bukan cerita, itu kisah nyata.

Kita sebagai manusia yang berakal budi ternyata juga mengalami trauma yang sama. Teman saya sejak kecil tidak berani mengendarai sepeda, ketika kami remaja dan suka keliling kota dengan sepeda motor, dia selalu dibonceng teman lainnya, setelah kami dewasa beberapa teman mulai memakai mobil untuk aktivitasnya, tapi teman saya itu tetap tidak berani mengendarai apapun.

Anda jg pasti punya teman yg tidak pernah mau mencoba mengendarai sepeda/sepeda motor, apalagi mobil, selalu takut & merasa bahwa mengendarai motor atau mobil adalah sesuatu yg sangat sulit. Istri teman saya bisa mengendarai mobil, setiap hari dia menggunakan mobil untuk antar jemputnya ke dan dari sekolah, tapi dia hanya berani
menggunakannya di dalam kompleks ( Kelapa Gading Jakarta ), selama lebih dari 5 tahun tidak pernah sekalipun dia berani mengendarai mobil keluar dari Kelapa Gading.

Suatu hari anaknya sakit dan masuk rumah sakit di Sunter diluar Kelapa Gading, dan suaminya sedang tugas di luar kota. Terpaksa dia mengendari mobilnya pergi ke rumah sakit tersebut, dan sejak saat itu dia berani mengendarai mobilnya kemana saja, termasuk pulang pergi ke bandung.

Ada staff di bagian keuangan yang sudah bekerja 5 tahun, tidak pernah bisa meraih promosi jabatan karena disana adalah jabatan fungsional yang buntu dengan jenjang karir, ketika saya tawarkan jabatan di bagian marketing, dia tidak berani mengambilnya karena merasa tidak mampu menjadi orang marketing.

Ada seorang salesman yang sudah bekerja 10 tahun, prestasinya bagus, disegani teman temannya, bahkan jadi tempat bertanya atasannya. Ketika ditawari jabatan supervisor dia menolak karena dia takut dengan pekerjaan administrasi dan takut kalau nanti suatu hari naik lagi jadi distrik manager yang sarat dengan tugas tugas di atas meja, dia merasa tidak bisa mengerjakan pekerjaan adminitrasi.

Dear teman2 sekalian, coba anda lihat diri anda sendiri, adakah seutas benang yang memhambat diri anda saat ini? Putuskan benang itu, bergeraklah maju lebih dari lingkaran yang selama ini mengurung anda.

Anda pasti bisa kalau anda berpikir anda bisa, anda akan gagal kalau anda selalu berpikir anda akan gagal. Peluang demi peluang muncul setiap hari, dan karena selama ini anda menutup mata anda, telinga anda, pikiran anda, diri anda, hidup anda, maka peluang itu menjadi bukan peluang, lewat begitu saja.

Mulailah melangkah sedikit demi sedikit kalau anda masih gamang, lalu berlari cepat setelah anda lebih yakin lagi. Jangan sia siakan setiap peluang untuk maju, untuk berhasil, demi diri anda sendiri

Oleh: masmz | Januari 21, 2009

10 Ciri Orang yang Berfikir Positif

By . Much marzuki@2009

Semua orang yang berusaha meningkatkan diri dan ilmu pengetahuannya pasti tahu bahwa hidup akan lebih mudah dijalani bila kita selalu berpikir positif.

Tapi, bagaimana melatih diri supaya pikiran positiflah yang ‘beredar’ di kepala kita, tak banyak yang tahu. Oleh karena itu, sebaiknya kita kenali saja dulu ciri-ciri orang yang berpikir positif dan mulai mencoba meniru jalan pikirannya.

1. Melihat masalah sebagai tantangan
Bandingkan dengan orang yang melihat masalah sebagai cobaan hidup yang terlalu berat dan bikin hidupnya jadi paling sengsara sedunia.

2. Menikmati hidupnya
Pemikiran positif akan membuat seseorang menerima keadaannya dengan besar hati, meski tak berarti ia tak berusaha untuk mencapai hidup yang lebih baik.

3. Pikiran terbuka untuk menerima saran dan ide
Karena dengan begitu, boleh jadi ada hal-hal baru yang akan membuat segala sesuatu lebih baik.

4. Mengenyahkan pikiran negatif.
segera setelah pikiran itu terlintas di benak
‘Memelihara’ pikiran negatif lama-lama bisa diibaratkan membangunkan singa tidur. Sebetulnya tidak apa-apa, ternyata malah bisa menimbulkan masalah.

5. Mensyukuri apa yang dimilikinya dan bukannya berkeluh-kesah tentang apa-apa yang tidak dipunyainya.

6. Tidak mendengarkan gosip yang tak menentu
Sudah pasti, gosip berkawan baik dengan pikiran negatif. Karena itu, mendengarkan omongan yang tak ada juntrungnya adalah perilaku yang dijauhi si pemikir positif.

7. Tidak bikin alasan, tapi langsung bikin tindakan
Pernah dengar pelesetan NATO (No Action, Talk Only), kan? Nah, mereka ini jelas bukan penganutnya.

8. Menggunakan bahasa positif
Maksudnya, kalimat-kalimat yang bernadakan optimisme, seperti “Masalah itu pasti akan terselesaikan,” dan “Dia memang berbakat.”

9. Menggunakan bahasa tubuh yang positif
Di antaranya adalah senyum, berjalan dengan langkah tegap, dan gerakan tangan yang ekspresif, atau anggukan. Mereka juga berbicara dengan intonasi yang bersahabat, antusias, dan ‘hidup’.

10. Peduli pada citra diri
Itu sebabnya, mereka berusaha tampil baik. Bukan hanya di luar, tapi juga di dalam.

Oleh: masmz | Januari 21, 2009

Kekuatan Motivasi Dalam Membangun Bisnis

By Much Marzuki@2009

Motivasi adalah aset terpenting dalam diri Anda yang sangat menentukan keberhasilan Anda dalam membangun suatu bisnis.

Motivasi timbul dari dalam diri dengan adanya cita-cita/tujuan yang ingin Anda capai. Tanpa adanya motivasi yang kuat dari dalam diri, hampir bisa dipastikan seseorang tidak akan berhasil dalam bisnisnya. Motivasi inilah yang senantiasa akan membuat Anda kuat dan tegar dalam membangun bisnis. Bagi mereka yang memiliki motivasi rendah mungkin
hanya dalam hitungan minggu sudah akan menyerah kalah dalam membangun bisnisnya.

Lantas cita-cita/tujuan seperti apa yang bisa membangkitkan motivasi
dalam diri kita?

Berikut adalah beberapa contoh mengapa seseorang ingin terjun membangun
bisnis MLM:

1. Ingin kebebasan uang dan waktu.
Kebanyakan dari kita yang menjadi karyawan mungkin menganut falsafah Pergi Pagi Pulang Petang Penghasilan Pas-Pasan (7P). Mereka yang masih berada pada tahapan ini tentu saja sulit mendapatkan kelebihan uang berlebih, terlebih lagi waktu luang untuk keluarga, rekreasi dll.

Bagi karyawan yang sudah memiliki gaji tinggi pun biasanya tanggung jawabnya lebih tinggi dan waktu untuk bekerja juga lebih padat. Al hasil uang mungkin bisa didapat tapi kebebasan waktu tidak ada.

Bisnis MLM adalah salah satu bisnis terbaik di dunia yang bisa memberikan kebebasan uang dan waktu dengan risiko yang amat sangat minim. Bahkan di MLM USER boleh dibilang tidak ada risiko sama sekali!

Bisnis USER mampu memberikan Anda pendapatan uang/materi yang banyak dan tentu saja Usaha Sejahtera ini tidak akan pernah meminta Anda untuk bekerja lebih keras ketika pendapatan Anda semakin tinggi. Artinya adalah Anda akan memiliki kebebasan waktu karena tidak ada bos/atasan yang senantiasa memerintah Anda dan yang lebih bagus lagi adalah uang akan terus mengalir terus menerus sepanjang hidup ke kantong Anda (pasif
income).

Dan dengan kelebihan uang yang dimiliki akan lebih baik lagi jika digunakan untuk kemanfaatan selain diri sendiri/keluarga yakni menolong kaum miskin, memberikan bea siswa untuk orang yang tidak mampu, mendirikan tempat ibadah dll.

Uang tidak melulu identik dengan kerakusan atau ketamakan manusia dalam mencari harta dunia tapi uang akan bisa memberikan kebahagian kepada Anda atau orang lain, jika Anda bisa menggunakannya secara bijak.

2. Membantu orang lain agar sukses.
Banyak orang yang sudah kaya materi namun tetap bergabung ke dalam pemasaran jaringan (MLM). Mereka sama sekali tidak menginginkan uang namun memiliki tujuan misalnya untu membantu orang lain agar sukses secara materi. Bagi mereka, membantu orang lain adalah tujuan mulia dan merupakan tantangan besar yang harus bisa dilaksanakan.

Di bisnis USER, Anda harus membantu orang lain untuk sukses maka barulah diri Anda akan sukses. Kesuksesan tidak bisa diraih sendirian namun harus dengan kerjasama team yang baik.

Bisnis USER tidak menjual khayalan semata namun bisa memberikan impian yang tentunya harus diraih oleh kita semua dengan kerja keras yang cerdas. Kesuksesan di bisnis jaringan USER akan bisa diraih hanya jika Anda konsisten, dan mampu mengatasi rasa bosan, putus asa serta hal-hal negatif dalam diri.

Bisnis adalah suatu proses dimana kita akan mengalami banyak kesalahan, kegagalan dll dan kita harus banyak belajar dari kesalahan tersebut. Bagusnya jika Anda salah, tidak ada atasan/boss yang akan memarahi Anda karena bisnis ini adalah miliki Anda sendiri.

Hampir sulit menjumpai orang yang sukses tanpa bekerja keras dan melewati berbagai kesulitan terlebih dahulu. Simak tabungan kesulitan hidup Abraham Lincoln berikut ini sebelum ia terpilih menjadi Presiden AS :

- Gagal dalam bisnis/bangkrut, 1831
- Dikalahkan dalam pemilihan legislatif, 1832
- Bisnis kembali bangkrut, 1834
- Tunangan meninggal dunia, 1835
- Nervous breakdown, 1836
- Dikalahkan dalam pemilihan legislatif, 1838
- Dikalahkan dalam pemilihan untuk U.S Congress, 1843
- Dikalahkan dalam pemilihan untuk U.S Congress, 1848
- Dikalahkan dalam pemilihan U.S Senat, 1855
- Dikalahkan dalam pemilihan untuk U.S Vice President, 1856
- Dikalahkan dalam pemilihan U.S Senat, 1858
- 1860, Berhasil Menjadi Presiden USA !! (YOU CANNOT FAIL…. UNLESS YOU QUIT!!)

Lakukan yang terbaik untuk diri Anda dan untuk orang-orang yang Anda cintai, jangan pilih jadi pecundang karena sudah terlalu banyak pecundang di dunia ini… Sukses bukan hanya milik orang lain, Anda pun bisa! jadilah pemenang!!


Older Posts »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.